Komposisi Media Tanam Yang Berkualitas dan Bermutu Tinggi

General No Comments »

media tanam

Mau menanam di rumah tapi bingung bahan-bahan untuk media tanamnya?

Yuk simak tulisan berikut ini.

Media tanam memegang peran penting bagi pertumbuhan dan ketahanan tanaman budidaya. Salah satu syarat media tanam yang baik adalah tingkat porositas tanah. Tingkat porositas yaitu kemampuan media tanam dalam menyerap air dan mensterilkannya. Tingkat porositas tanaman ini berbeda-beda sesuai ketinggian daratan suatu tempat. Apabila berada pada dataran rendah dengan udara panas maka tingkat penguapannya tinggi, sehingga media tanam harus mampu menahan kehilangan air supaya tidak mudah kering.

 

Media tumbuh yang ideal untuk tanaman dalam wadah pada umumnya harus mengandung ruang pori total sebanyak 85% volume, ruang yang dapat ditempati udara 25-35% dan air yang mudah tersedia bagi tanaman sekitar 20-30% volume.

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai komposisi media tanam yang cocok untuk setiap tanaman dan cocok pada semua ketinggian. Komposisi ini didasarkan pada percobaan dan penelitiah oleh para ahli, sehingga komposisi media tanam ini dijamin berkualitas dan bermutu tinggi.

 

  1. Arang Sekam

Arang sekam merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari sekam padi (kulit gabah) dengan warna hitam. Warna hitam pada arang sekam yang merupakan akibat dari proses pembakaran dapat menyebabkan daya serap terhadap panas tinggi sehingga dapat menaikkan suhu dan mempercepat perkecambahan.

Arang sekam memiliki kandungan unsur N, P, K, dan Ca masing-masing 0.18, 0.08, 0.30, dan 0.14% serta unsur Mg yang besarnya tidak dapat diukur. Kandungan pH dari arang sekam ini berkisar antara 6-7. Selain itu, arang sekam juga memiliki kandungan unsur SiO2 (52%), C (30%), Fe2O3, K2O, MgO, CaO, dan Cu (dalam jumlah sedikit) sehingga arang sekam memiliki sifat kimia yang menyerupai tanah.

 2. Sabut Kelapa

Sabut kelapa merupakan hasil samping dari industri kelapa. Sabut kelapa ini dapat digunakan sebagai tambahan dalam komposisi media tanam. Sabut kelapa yang akan digunakan sebagai media tanam ini dipotong kecil-kecil terlebih dahulu, atau biasa disebut dengan cocopeat. Cocopeat ini memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanah, menambah biopori tanah, dan dapat meningkatkan daya serap air tanah.

Lihat Juga = Daftar harga Madu, Di Halaman Jual Madu Asli

Sebagai bahan penambah biopoari tanah, cocopeat dapat meningkatkan aerasi tanah dan mampu mengikat sekaligus menyimpan oksigen sebanyak 50%. Cocopeat ini juga mampu meningkatkan daya simpan air tanah 6 kali lebih banyak dari volume biasanya. Kemampuan ini dapat mengurangi tingkat kekeringan pada media tanam dalam polybag.

 

Kandungan unsur hara yang dimiliki oleh cocopeat ini meliputi unsur K, P, Ca, Mg, N, Fe, Mn, B, Cu, Zn, Cl, Na, Co, Si, dan Ni. Kandungan unsur terbanyak yaitu unsur kalium (K). Unsur ini sangat dibutuhkan oleh tanaman terutama pada masa generatif atau pada masa pembuahan.

 

3. Sebuk Gergaji

Serbuk gergaji atau serbuk kayu lainnya merupakan salah satu komposisi media tanam yang sering digunakan. Manfaat dari serbuk gergaji atau serbuk kayu ini adalah untuk mengoptimalkan penyerapan air dan unsur hara pada tanaman. Selain itu, serbuk gergaji memiliki kadar porositas yang tinggi.

 

Kandungan bahan organik yang dimiliki oleh serbuk gergaji ini di antaranya adalah N, P, K, dan Mg. Kandungan ini sangat sedikit dalam serbuk gergaji sehingga perlu adanya penambahan unsur hara utama. Apabila serbuk gergaji dicampur dengan arang sekam, maka dapat menjadi pembenah tanah dan menambah unsur hara tanah.

 

4. Pupuk Kandang

Secara umum penggunaan pupuk organik pada lahan bertujuan untuk mengembalikan unsur hara, memperbaiki struktur tanah, dan mengumpulkan bahan organik dalam tanah. Sumber pupuk organik adalah sisa tanaman dan pupuk kandang. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak baik berupa kotoran padatnya bercampur sisa makanan maupun air kencingnya sekaligus.

 

Pengaruh pemberian pupuk kandang ini antara lain, memudahkan penyerapan air, memperbaiki kemampuan tanah dalam mengikat air, mengurangi erosi, memberikan lingkungan tumbuh yang baik untuk perkecambahan dan menjadi sumber unsur hara tanaman.

 

Kandungan unsur hara dalam pupuk kandang yang penting bagi tanaman antara lain nitrogen, fosfor, dan kalium. Rata-rata unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang adalah 0.3-0.6% N, 0.1-0.3% P2O5, dan 0.3-0.5% K2O.

 

Sobat, penjabaran diatas merupakan komponen tambahan untuk media tanam dalam polybag. Komponen utama dalam media tanam yaitu tanah, maka dari itu jangan sampai tidak menggunakan tanah sebagai media tanam dalam polybag. untuk melihat daftar harga Polybag, bisa masuk ke halaman Jual Polybag agromaret .

 

selamat mencoba

General, IlkomerzZ No Comments »

kunjungi web IPB

 

download file

 

IPB Badge

Pertanian Cianjur “Beras Pandanwangi Cianjur”

General No Comments »

Kabupaten Cianjur, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta di utara, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Sukabumi di barat. Lapangan pekerjaan penduduk  Berdasarkan data yang terdapat dalam website resmi pemerintah Cianjur, lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. Dari data tersebut tampak bahwa sektor pertanian paling mendominasi dalam menyerat tenaga kerja penduduk Kabupaten Cianjur.

Potensi produksi pertanian di Kabupaten Cianjur yaitu Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Cianjur sebagai daerah agraris juga merupakan daerah swasembada padi. Berdasarkan data pemerintah Cianjur, produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi ini terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.

Sebagai daerah swasembada padi, Cianjur terkenal sebagai produsen beras yang berkualitas. Salah satu beras khas Cianjur yaitu beras pandanwangi. Pandanwangi berasal dari padi bulu (varietas Javonica) varietas lokal. Karena nasinya yang beraroma pandan, maka padi dan beras ini sejak tahun 1973 terkenal dengan sebutan “Pandanwangi”. Keunggulan pandanwangi antara lain rasa sangat enak, pulen dan beraroma wangi pandan. Selain itu, beras pandan wangi lebih banyak mengandung gula dan kalori dan sedikit lemak. Karena rasanya sangat khas tersebut maka harga berasnya cukup mahal bias dua kali lipat harga beras biasa, yaitu antara Rp. 9000,00 sampai dengan Rp. 12.000,00 /Kg tergantung dari kualitas.

Sampai saat ini beras pandanwangi sebagai ciri khas kabupaten Cianjur masih tetap dipertahankan, meskipun banyak beras yang tidak berkualitas dan bukan berasal dari Cianjur yang menggunakan label pandanwangi.

 

 


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Theme pack from WPMUDEV by Incsub. Distributed by Dedicated Servers
Entries RSS Comments RSS Log in