Kabupaten Cianjur, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta di utara, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Sukabumi di barat. Lapangan pekerjaan penduduk  Berdasarkan data yang terdapat dalam website resmi pemerintah Cianjur, lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. Dari data tersebut tampak bahwa sektor pertanian paling mendominasi dalam menyerat tenaga kerja penduduk Kabupaten Cianjur.

Potensi produksi pertanian di Kabupaten Cianjur yaitu Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Cianjur sebagai daerah agraris juga merupakan daerah swasembada padi. Berdasarkan data pemerintah Cianjur, produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi ini terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.

Sebagai daerah swasembada padi, Cianjur terkenal sebagai produsen beras yang berkualitas. Salah satu beras khas Cianjur yaitu beras pandanwangi. Pandanwangi berasal dari padi bulu (varietas Javonica) varietas lokal. Karena nasinya yang beraroma pandan, maka padi dan beras ini sejak tahun 1973 terkenal dengan sebutan “Pandanwangi”. Keunggulan pandanwangi antara lain rasa sangat enak, pulen dan beraroma wangi pandan. Selain itu, beras pandan wangi lebih banyak mengandung gula dan kalori dan sedikit lemak. Karena rasanya sangat khas tersebut maka harga berasnya cukup mahal bias dua kali lipat harga beras biasa, yaitu antara Rp. 9000,00 sampai dengan Rp. 12.000,00 /Kg tergantung dari kualitas.

Sampai saat ini beras pandanwangi sebagai ciri khas kabupaten Cianjur masih tetap dipertahankan, meskipun banyak beras yang tidak berkualitas dan bukan berasal dari Cianjur yang menggunakan label pandanwangi.